Menelisik Cerita Baskara Putra dalam Hidupnya dalam Lagu Rumah ke Rumah



Dalam kehidupan, sudah barang tentu bagi setiap manusia untuk memiliki pengalaman, dari yang masih muda, sampai yang sudah lanjut usia. Pengalaman-pengalaman inilah yang membedakan setiap manusia di dunia. Pengalaman ini sangat beragam, mulai dari pengalaman masa kecil, mengalami masa quarter-life, sampai masa dimana kita menjadi kepala dalam sebuah keluarga besar.

Selain itu, setiap manusia tentu saja berhubungan dengan manusia-manusia lain, baik yang sejenis, maupun dengan lawan jenis. Di dunia ada dua jenis manusia, yakni laki-laki dan perempuan, dimana dua manusia ini ditakdirkan untuk berpasang-pasangan, sebagai penyatu dua insan, serta memungkinkan terjadinya kelangsungan dari suatu keluarga, supaya tidak berhenti di tengah jalan.

Bagi laki-laki, perempuan adalah makhluk yang dianggap spesial, dengan segala kelebihan yang mereka miliki, yang tentu saja dapat menaklukkan para laki-laki di seluruh dunia. Laki-laki dapat dengan mudah bertekuk lutut pada perempuan yang mampu membuat mereka tertarik. Menurut pepatah, dibalik para laki-laki sukses, selalu ada perempuan yang hebat, yang mendukung para laki-laki ini, menampilkan betapa hebatnya perempuan-perempuan di dunia.

Baskara Putra merupakan salah satu musisi indie di Indonesia yang sedang naik daun, melalui .Feast, band yang dia gawangi, serta Hindia yang merupakan solo career nya. Sebagai Hindia, dia telah merilis debut album nya bertajuk Menari Dengan Bayangan, dengan salah satu lagunya yang berjudul Rumah Ke Rumah. Menurut saya, Rumah Ke Rumah ini menceritakan pengalaman pribadi dari Baskara Putra dengan beberapa perempuan yang muncul dalam hidupnya. Mengapa begitu? Saya akan bedah lirik dari Rumah Ke Rumah pada post ini.

Verse 1 Part 1

Menyesal tak kusampaikan
Cinta monyetku ke Kanya dan Rebecca
Apa kabar kalian di sana?
Semoga hidup baik-baik saja

Dalam pembuka Rumah Ke Rumah, Baskara menceritakan kisah ketika Baskara mengenal cinta, pada dua orang perempuan, yaitu Kanya dan Rebecca. Cinta yang Baskara rasakan ini dianggap sekadar cinta monyet, yang mungkin berdasar karena ketertarikan yang bersifat sementara. Namun, pada saat itu Baskara tidak sanggup menyampaikan rasa nya tersebut kepada dua perempuan tersebut, yang membuatnya merasa menyesal. Dari penggalan selanjutnya mengimplikasikan bahwa Baskara sudah lama tidak melakukan komunikasi dengan Kanya dan Rebecca, dan sekaligus tetap mendoakan yang terbaik bagi dua perempuan 'cinta monyet' Baskara tersebut.

Verse 1 Part 2

Tak belajar, terkena getahnya
Saat bersama Thanya dan Saphira
Kupercaya mungkin bukan jalannya
Namun kalian banyak salah juga

Selanjutnya, mulailah Baskara menceritakan kisah cintanya dengan dua perempuan lain, yaitu Thanya dan Saphira. Di saat itu, ketika Baskara bersama mereka berdua, Baskara seperti merasa tidak belajar apa-apa dari pengalamannya di masa lampau. Dalam beberapa waktu, Baskara kemudian percaya bahwa mereka berdua tidak ditakdirkan untuk tetap bersama dengan Baskara dalam waktu yang lama, dan pada saat itu pula dua perempuan ini dianggap melakukan beberapa kesalahan pada diri Baskara, yang memberikan pengalaman cinta yang kurang baik bagi Baskara.

Verse 1 Part 3 - end

Jika dahulu ku tak cepat berubah
Ini maafku untukmu, Sharfina
Segala doa yang baik adanya
Untukmu dan mimpimu yang mulia

Ketika di bagian sebelumnya, Baskara memiliki pengalaman cinta yang kurang baik karena salah dari dua perempuan sebelumnya, kali ini Baskara memiliki pengalaman cinta yang kurang baik bersama satu perempuan, yaitu Sharfina, karena kesalahan dari Baskara sendiri. Baskara mengungkapkan bahwa dirinya merasa cepat berubah, yang membuatnya merasa bersalah pada Sharfina, yang menurutnya adalah perempuan yang baik. Di akhir, Baskara berusaha mendoakan yang baik-baik bagi Sharfina, terutama untuk Sharfina sendiri dan mimpinya yang mulia menurut Baskara.

Jadi, pada Verse 1 mengisahkan tentang kisah Baskara bersama para perempuan yang pernah menyambangi hatinya, berisikan kisah cinta yang tak tersampaikan dan pahitnya cinta, baik karena pihak lain maupun karena kesalahan diri sendiri yang tidak mau belajar dan diri yang terlalu cepat berubah. Dengan beberapa pengalaman ini, Baskara belajar mengenai cinta, dan tetap mendoakan yang terbaik bagi para mantan-mantannya.

Chorus 1

Pindah berkala, rumah ke rumah
Berharap bisa berujung indah
Walau akhirnya harus berpisah
Terima kasih karena ku tak mudah

Chorus 1 menceritakan bahwa Baskara ini mengalami kisah dimana dirinya seringkali berpindah, terutama untuk urusan cinta, yang mana perempuan-perempuan ini dianggap Baskara sebagai 'rumah'. Pada setiap 'rumah', Baskara selalu berharap akan menjalin hubungan yang baik, namun Verse 1 menegaskan bahwa Baskara tetap berpisah dengan para 'rumah' tersebut, namun Baskara senantiasa berterima kasih pada para 'rumah' tersebut yang telah 'menampung' dirinya yang 'tak mudah', atau sulit diatasi.

Verse 2 Part 1

Maaf jika ku sering buat susah
Indisya, Panda, Anggra, Caca, Sismita
Perempuan terkuat dalam hidupku
Terjanglah apa pun yang kalian tuju

Oke, di bagian awal Verse 2 ini Baskara menyebutkan beberapa nama perempuan, seperti Indisya, Panda, Anggra, Caca, dan Sismita (dari nama-nama tersebut, hanya Anggra dan Caca yang saya tahu, karena dua perempuan ini mendapatkan porsinya sendiri dalam album Menari Dengan Bayangan, dimana Anggra ini merupakan manager dari Baskara, dan Caca ini sepertinya salah satu sahabat dari Baskara). Perempuan-perempuan ini menurut saya merupakan beberapa teman yang dekat dengan Baskara, yang seringkali Baskara repotkan. Oleh karena itu, Baskara anggap perempuan-perempuan ini merupakan yang terkuat dalam hidupnya, dan sembari berharap bagi para perempuan ini untuk menerjang apapun yang ingin mereka tuju dalam hidup mereka.

Verse 2 Part 2 - end

Kau datang saat gelapku merekah
Seluruh hatiku untukmu, Meidiana
Kau pantas dapatkan yang baik di dunia
Semoga kita bertahan lama

Jika sebelumnya menyebutkan beberapa nama teman perempuan dari Baskara, di bagian akhir dari Verse 2 ini menyebut satu nama perempuan, yaitu Meidiana. Meidiana ini disebutkan datang di titik tergelap dalam hidup Baskara, membuat Baskara menaruh seluruh hatinya untuk Meidiana ini. Baskara juga menganggap bahwa Meidiana ini pantas mendapatkan hal-hal yang baik di dunia ini, dan berharap mereka dapat bertahan lama, yang membuat saya berasumsi bahwa bagian ini didedikasikan untuk Meidiana Tahir, yang merupakan pasangan Baskara Putra saat ini.

Dapat disimpulkan bahwa Verse 2 ini menceritakan perempuan-perempuan yang mendapatkan kesan baik dari Baskara, dengan menyebutkan beberapa teman-teman perempuannya yang telah memberikan kontribusi banyak pada hidup Baskara (bahkan dua nama diantaranya, yaitu Anggra dan Caca, memiliki track sendiri dalam Menari Dengan Bayangan), serta Meidiana yang telah hadir di masa-masa tergelap hidupnya, dan tetap mendampinginya sampai saat ini.

Chorus 2

Pindah berkala, rumah ke rumah
Mengambil pelajaran jika berpisah
Jikalau suatu saat berujung indah
Catat nama kita dalam sejarah

Chorus 2 ini mengisahkan tentang bagaimana Baskara berpindah-pindah, seperti teman, pergaulan, pekerjaan, dan juga pasangan. Dalam setiap hal tersebut, tentu saja ada perpisahan yang tak terelakkan, dan selalu ada pelajaran yang dapat diambil, terutama bagi diri Baskara. Apabila dalam perpindahan tersebut pada akhirnya berujung indah, semoga kisah indah tersebut dapat dikenang selamanya.

Bridge

Letih mengembara, rumah ke rumah
Kadang ku lupa akanmu, Amalia
Siap sedia tiap ku bercerita
Ku beruntung jadi anakmu, Bunda

Di bagian ini, Baskara mulai mengalami lelahnya mengembara, dari 'rumah' ke 'rumah' yang dianggapnya berkala itu. Karena pengembaraannya ini, Baskara melupakan satu sosok perempuan yang penting, yang bernama Amalia (sepertinya ini saudara dari Baskara). Selain Amalia, Baskara juga menyebut Bunda nya, yang dianggapnya selalu siap sedia, terutama ketika Baskara ingin menceritakan kisah-kisahnya yang bermacam-macam itu.

Chorus 3

Pindah berkala, rumah ke rumah
Selalu pada dirimu aku berserah
Jika aku disebut dalam sejarah
Mereka takkan lupa karena siapa

Chorus 3 ini merupakan bagian akhir dari Rumah Ke Rumah, sekaligus men-summarize kisah dari Baskara. Di bagian ini diceritakan bahwa dalam proses 'pindah berkala dari rumah ke rumah' nya ini, pada akhirnya Baskara hanya berserah pada orang-orang tertentu, salah satunya adalah Bunda dan (sepertinya) Amalia. Kemudian, Baskara memberitahukan, sepertinya ditujukan pada para pendengar lagu yang dia lantunkan, bahwa jika Baskara menjadi dikenal secara luas, dalam Rumah Ke Rumah disebut dengan 'disebut dalam sejarah', semoga para pendengarnya tahu bahwa para nama-nama yang disebutkan di Rumah Ke Rumah ini merupakan sosok-sosok yang membentuk Baskara hingga menjadi Baskara yang orang-orang kenal saat ini.


Dan itulah sedikit telisik pada Rumah Ke Rumah yang dilantunkan oleh Baskara Putra (dengan nama panggung Hindia). Rumah Ke Rumah ini memberikan kita pelajaran, bahwa dalam hidup kita selalu bertemu dengan berbagai jenis orang, dan pertemuan tersebut memberikan kita pengalaman yang berbeda-beda kesannya, entah berakhir dengan baik atau berpisah untuk menuju titik yang berbeda. Dibalik kesan dari pengalaman tersebut, selalu ada hal yang kita bisa petik, serta dapat menjadi bahan untuk kita belajar, membuat kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dan juga, jangan lupakan sosok-sosok yang berjasa dalam hidupmu, karena merekalah yang juga mengemban andil dalam membentuk dirimu, baik secara langsung maupun tak langsung.

Thank you, Baskara Putra. You have made a good song, over and over again. Hope you'll continue making good songs. Kudos!

Comments

Popular posts from this blog

Cara Menjadi 'Kritikus' Film Terkenal di Platform Digital dalam Waktu Singkat

Halu bersama 'Here We Go Again / Fanboi' dari Ardhito Pramono

Girl from Nowhere, Kritis dan Kelam