Halu bersama 'Here We Go Again / Fanboi' dari Ardhito Pramono
Ada banyak hal yang dapat manusia lakukan selama hidupnya, salah satunya adalah berhalusinasi. Berhalusinasi sendiri adalah kegiatan dimana seseorang membayangkan hal-hal tertentu, entah itu dapat dicapai olehnya atau tidak. Hal-hal yang dihalusinasikan pun beragam, mulai dari menjadi presiden, mendapatkan gold atau fame, sampai berhalusinasi mendapatkan cinta dari seseorang yang didambakan di lubuk hati terdalam.
Berhalusinasi ini juga seringkali menjadi langkah seseorang untuk melupakan betapa menjemukannya kehidupan, menjadikan halusinasinya ini sebagai alternate reality yang dia ciptakan sendiri dalam pikirannya. Dan pada setiap tongkrongan, orang-orang seperti ini sering dikatakan 'halu', karena keseringannya berhalusinasi.
Fenomena 'halu' ini menjadi basis dari salah satu lagu di EP terbaru Ardhito Pramono bertajuk Craziest Thing Happened in My Backyard, yaitu Here We Go Again / Fanboi. Dengan alunan musik jazz yang sendu, tidak sulit bagi saya untuk terpikat dengan lagu yang satu ini.
Tanpa basa-basi lagi, inilah interpretasi saya mengenai Here We Go Again / Fanboi dari Ardhito Pramono.
Verse 1
So here we go again
I kissed that girl again
But suddenly it must come to an end
Stop smiling, you know you're so annoying
Your cheeks, your lips, your hips oh it's so tempting
If she really finds out, I'll be dead man walking
Pada Verse 1 ini, tokoh utama dari lagu ini (tokoh utama bisa kalian ganti dengan siapa saja, bisa Ardhito, atau bahkan kamu sendiri) bercerita bahwa dirinya bercumbu dengan seorang wanita untuk kesekian kalinya, yang akhirnya juga harus berhenti pada saat itu. Dia juga menunjukkan rasa sebal pada senyuman wanita tersebut, walaupun di saat yang sama, dia juga merasa tergoda dengan parasnya yang dianggap menawan. Namun, dia tidak ingin wanita tersebut mengetahui pemikirannya ini, karena jika hal ini diketahui, matilah dia.
Verse 2
Your eyes are blue
So good to be true
I just can't stop thinking about you, oh
Though we are far apart
You are still my best bud
Lanjut lagi, di Verse 2, tokoh utama kita menjelaskan lebih lanjut mengenai wanita tersebut, mulai dari mata biru nya yang dianggapnya sangat menawan, membuat dia tak sanggup untuk berhenti memikirkannya. Selain itu, wanita ini berada jauh dari dia, dan sejauh ini masih hanya dianggap sebagai sahabat karibnya. Duh, klasik sekali sebenarnya, jika melihat kenyataan di lapangan bahwa orang yang kita cintai justru adalah sahabat kita sendiri.
Verse 3
So here we go again
I fall in love again
Please don't tell that we're gonna be a friend
Your love is sweet as honey in this room
Romantic places, you will be the clue
This time love you'll always in my dream
Kemudian, di Verse 3, tokoh utama kita kembali bercerita, bahwa dirinya jatuh cinta lagi (sepertinya pada wanita yang sama, yang telah dijelaskan di verse sebelumnya), namun terlihat takut bila pada akhirnya hanya dianggap teman saja. Hal ini dikarenakan dia merasakan manisnya 'cinta' dari wanita ini, dan telah berada di situasi yang menganggap mereka ini tepat untuk memulai memori bersama. Dan karena ini pula, dia mengatakan bahwa wanita ini akan selalu berada di mimpinya.
I fall in love again
Please don't tell that we're gonna be a friend
Your love is sweet as honey in this room
Romantic places, you will be the clue
This time love you'll always in my dream
Kemudian, di Verse 3, tokoh utama kita kembali bercerita, bahwa dirinya jatuh cinta lagi (sepertinya pada wanita yang sama, yang telah dijelaskan di verse sebelumnya), namun terlihat takut bila pada akhirnya hanya dianggap teman saja. Hal ini dikarenakan dia merasakan manisnya 'cinta' dari wanita ini, dan telah berada di situasi yang menganggap mereka ini tepat untuk memulai memori bersama. Dan karena ini pula, dia mengatakan bahwa wanita ini akan selalu berada di mimpinya.
Interlude
It's early, too early
It comes too early
It's easy to remember
But so hard to forget
Interlude ini merupakan transisi dari bagian baru, seakan menjembatani kenyataan dan halusinasi dari tokoh utama, dimana segalanya terasa terlalu cepat, entah kenyataan atau halusinasinya. Dan lagi, semua hal yang muncul tersebut terasa mudah diingat, namun sulit untuk dilupakan, seakan-akan hal tersebut sangat membekas bagi tokoh utama kita.
Verse 4
Oh, here we go again
I kissed that girl again
Then suddenly, it must come to an end
Stop smiling, you know you're so annoying
Your chicks, your lips, your hips oh it's so tempting
If she really finds out, I'll be dead man walking
If she really finds out, I'll be dead man walking
If she really finds out, I'll be dead man walking
If she really finds out, I'll be dead man walking
If she really finds out, I'll be dead man walking
Verse 4 ini sebenarnya punya esensi yang sama dengan Verse 1, namun pembedanya hanyalah if she really finds out, I'll be dead man walking nya yang diulang sampai 5 kali, dan menjadi semakin pelan dalam setiap perulangannya, seakan menandakan bahwa tokoh utama kita kembali pada kenyataan yang dia alami saat itu.
Verse 5 / Outro
I'm just a fan
Living my fantasy
Falling in love with the girl I can't see
Fly miles away
With all my dignity
Saving all my fireworks
Will you ever notice me?
Will you ever notice me?
Verse 5, atau mungkin lebih enak disebut dengan Outro, merupakan penghujung dari lagu Here We Go Again / Fanboi ini. Bagian ini mungkin adalah bagian paling menyesakkan, atau bahasa kerennya adalah 'nyesek', menampilkan sisi nyata dari tokoh utama kita, yang hanya menjadi pengagum dari seseorang, yang menciptakan fantasi tersendiri, dengan mencintai seseorang yang bahkan dia tidak bisa ia temui pada saat itu. Dan lanjut lagi, orang tersebut berada jauh di luar sana, membuat tokoh utama kita seakan kehilangan diri, dan segala rasa yang menggebu-gebu hanya bisa dia simpan dalam-dalam sembari berharap bahwa rasa yang ia miliki ini dibalas.
Ya, itulah sekelumit tulisan saya mengenai lagu Here We Go Again / Fanboi dari Ardhito Pramono yang saya interpretasikan dengan 'sok-sokan' filosofis. Seperti lagu ini, permainan nada nya terkesan menyenangkan, dan perlahan menjadi sendu, menjadikan lagu ini menarik serta bisa relate bagi orang-orang yang saat ini hanya bisa berharap pada cinta yang belum bisa mereka gapai.
Dan memang, memiliki sahabat memang mudah, namun mengungkapkan rasa suka atau cinta pada sahabat adalah hal yang sulit, karena jika rasa tersebut tidak berbalas, kita tidak hanya kehilangan rasa, namun juga kehilangan sahabat kita. Untuk itu, banyak yang jatuhnya hanya bisa berhalu ria walaupun sesungguhnya dia 'ngenes' maksimal.
Itu saja dari saya. Sampai jumpa di post lain, yang belum tentu berfaedah ya. Semoga kedepannya saya tetap bisa membuat post yang lebih baik lagi. Apabila ada yang ingin berkomentar, monggo langsung saja di kolom komentar.

Comments
Post a Comment