Kulik Makna Lirik "Secukupnya" dari Hindia


Kesedihan adalah satu peristiwa yang tentu saja selalu dirasakan setiap manusia. Bagaimana tidak, kesedihan dan kebahagiaan itu diibaratkan sebagai Yin dan Yang dalam kehidupan. Atau mungkin, kesedihan dan kebahagiaan bisa jadi dua sisi dari koin yang sama, yang kita kenal sebagai kehidupan.

Baskara Putra adalah seorang penyanyi yang sedang naik daun di ranah underground industri musik. Melalui band rock nya, yang bernama .Feast, Baskara melantunkan berbagai lagu-lagu yang menggelitik hati para sosialis di Indonesia, dengan segala kritikan-kritikan bermajas indah, didukung dengan musik yang menghentak.

Walaupun begitu, Baskara Putra sepertinya masih belum puas. Oleh karena itu, dia memiliki proyek sampingan (menurut saya) melalui berbagai lagu yang ia lantunkan, melalui moniker Hindia, yang terdiri dari Baskara Putra sendiri. Sebagai Hindia, dia telah merilis satu studio album, yang bertajuk "Menari Dalam Bayangan". Salah satu single yang dielu-elukan adalah "Secukupnya", yang merupakan salah satu soundtrack dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini garapan Visinema Pictures (muncul di trailer Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini - Awan), dan jadi lagu pertama yang akan saya kulik di artikel ini.

Verse 1

Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang? (Renggang)
Tak perlu memikirkan tentang apa yang akan datang
Di esok hari

Dari bagian ini terlihat bahwa lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang mengalami stres, dari sudut pandang orang ketiga. Dimulai dengan serangkaian pernyataan yang "retoris" mengenai kehidupan orang dewasa, yang tak pelak membuat pikiran kita selalu terisi dengan berbagai macam hal yang membuat kita tidak bisa lepas dari itu. Dan itu berjalan setiap saat, tanpa ada hentinya.

Pre-Chorus 1

Tubuh yang berpatah hati
Bergantung pada gaji
Berlomba jadi asri
Mengais validasi

Bagian yang menunjukkan hal-hal yang dilakukan oleh manusia, terutama di masa kini. Baris pertama menampilkan manusia yang dapat setiap waktu menjadi patah hati, dengan segala hal yang beragam. Baris kedua menampilkan orang dewasa yang selalu berpegang dengan stigma bahwa "nilai gaji adalah tanda kemakmuran dari seseorang", yang sebenarnya tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Baris ketiga yang berisikan orang-orang yang selalu berusaha untuk tampil lebih baik dari orang-orang lain, entah lebih rupawan, lebih pintar, lebih kaya, atau lebih-lebih lainnya. Dan baris keempat ini seakan-akan merupakan yang ingin dilakukan melalui pernyataan di baris pertama sampai ketiga, yaitu mencari kebenaran, atau menurut saya "jati diri".

Chorus 1

Dan aku pun terhadir
Seakan paling mahir
Menenangkan dirimu
Yang merasa terpinggirkan dunia
Tak pernah adil
Kita semua gagal
Angkat minumanmu
Bersedih bersama-sama

Bagian ini merupakan penjelas pada Verse 1, dimana orang hadir untuk menenangkan orang yang sedang bersedih itu, entah sebagai keluarga, teman, atau pasangan. Orang ketiga ini menenangkan, dan menyadarkan betapa tidak adilnya dunia, bahwa setiap orang pasti mengalami kegagalan, serta menegaskan bahwa "you are not alone at all".

Post-Chorus

(ah-ah-ah-ah-ah)
Sia-sia (pada akhirnya)
Putus asa (terekam pedih semua)
Masalahnya (lebih dari yang)
Secukupnya

Ini merupakan bagian yang menyebabkan kesedihan dari orang yang sedang didampingi oleh orang ketiga. Sedih karena usahanya berakhir dengan sia-sia, pada akhirnya menyebabkannya putus asa, menjadikan masalahnya tersebut lebih dari yang bisa dia atasi. Ya, ini semua terasa sangat manusiawi, karena setiap orang pasti mengalami ini.

Verse 2 + Pre-Chorus 2

Rekam gambar dirimu yang terabadikan bertahun
Silam

Putra-putri sakit hati
Ayah-ibu sendiri
Komitmen lama mati
Hubungan yang menyepi

Digabung karena Verse 2 nya terlalu pendek, jadi sekalian dibarengin sama Pre-Chorus 2 deh biar lebih nyambung. Dua bagian ini menceritakan kisah masa lalu dari orang yang bersedih tersebut. Mulai dari hubungan yang kurang harmonis antara ayah dan ibu dari orang tersebut (menjadi sepi), yang sepertinya diawali dengan komitmen yang lama ditinggalkan oleh mereka berdua (menjadikannya dianggap mati), menyebabkan ayah dan ibu berpisah, dan seketika membuat putra-putri dari ayah dan ibu tersebut, termasuk orang yang bersedih tersebut, merasa sakit hati karena keluarganya yang hancur.

Chorus 2

Wisata masa lalu
Kau hanya merindu
Mencari pelarian
Dari pengabdian yang terbakar sirna
Mengapur berdebu
Kita semua gagal
Ambil sedikit tisu
Bersedihlah secukupnya

Orang ketiga kembali mengingatkan kembali pada orang yang bersedih, bahwa kesedihan dirinya ini juga muncul karena rasa rindu (yang menggebu-gebu menurut saya), menyebabkan dirinya ingin mencari pelarian yang pantas, karena hal-hal yang dilakukan dirinya dianggap tidak berguna (diibaratkan terbakar sirna, hingga mengapur dan berdebu). Orang tersebut hanya bisa bersedih, namun orang ketiga hanya mengatakan bahwa jangan terlalu larut dalam kesedihan.

Post-Chorus 2

(ah-ah-ah-ah-ah)
Secukupnya (kan masih ada)
Penggantinya (belum waktunya kau bisa)
Menjawabnya (ah-ah-ah-ah-ah)
Secukupnya

Well, orang ketiga hanya bisa menenangkan orang bersedih melalui, dan sekaligus memberikan penikmat lagu ini beberapa pencerahan, bahwa kita boleh bersedih, namun tidak boleh larut dalam kesedihan, karena dalam kesedihan, selalu ada penggantinya dari Yang Maha Kuasa. Serta, kita tidak bisa selalu menemukan jawaban, atau solusi, dari setiap masalah pada saat itu juga, sehingga ya sudah, kita hanya perlu berusaha semampunya.

Outro

Semua yang sirna kan kembali lagi
Semua yang sirna kan nanti berganti
(ah-ah-ah-ah-ah)
(ah-ah-ah-ah-ah)
(ah-ah-ah-ah-ah)
(ah-ah-ah-ah-ah)

Dalam setiap masalah, selalu saja ada yang hilang, yang tentu saja membuat kita bersedih. Ada dua kemungkinan dari hal yang hilang tersebut disini, yaitu entah akan kembali lagi, atau bahkan berganti dengan hal yang lain.

So, Baskara Putra, atau Hindia disini, sedikit memberi petuah bagi kita semua, terutama para pendengar lagu "Secukupnya", bahwa ada banyak alasan kita bersedih, seperti penolakan, hati yang hancur, atau keluarga yang runtuh. Boleh lah kita bersedih, namun ingat, sedihlah secukupnya, jangan terlalu larut, bagaimana kamu akan menemukan yang lebih baik apabila hanya bersedih. Untuk kalian yang sedih, bangkitlah, kesedihan-kesedihan ini merupakan pelajaran penting, yang akan membentukmu menjadi diri yang lebih baik. Dan untuk kalian yang mendapati orang lain yang bersedih, ketahuilah, dukungan moral dari kalian sangat berarti bagi mereka, karena yang mereka butuhkan hanyalah comfort dari orang-orang yang peduli dengan mereka.

Pada akhirnya, lagu ini akan membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, baik langsung, maupun tak langsung, termasuk saya. Kudos, Baskara Putra, Hindia, or anything, know that we love your song, and we promise that we can be a better person.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Menjadi 'Kritikus' Film Terkenal di Platform Digital dalam Waktu Singkat

Halu bersama 'Here We Go Again / Fanboi' dari Ardhito Pramono

Girl from Nowhere, Kritis dan Kelam